Meski Menurun, Angka Kematian Bayi di Indonesia Masih Tinggi

Angka kematian bayi di indonesia tahun 2016 mulai terlihat mengalami penurunan. Perkembangan ini menjadi penting untuk dilihat karena mampu menunjukkan tingkat kualitas hidup masyarakat Indonesia. Terlebih lagi generasi muda menjadi ujung tombak pembangunan suatu negara dengan semakin pentingnya aspek bonus demografi (jumlah umur produktif lebih tinggi dari umur non produktif). Tingkat kelahiran bayi yang cukup dan dengah kualitas kesehatan yang baik dapat mendukung kualitas sumber daya manusia penduduk Indonesia.

Pada 2016, hasil riset Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa angka kematian bayi (AKB) mencapai 25,5. Artinya, ada sekitar 25,5 kematian setiap 1.000 bayi yang lahir. Selama beberapa tahun terakhir, AKB Indonesia berangsur-angsur mengalami penurunan. Bahkan, perkembangan AKB di Indonesia cukup menggembirakan dalam waktu 20 tahun tmenunjukkan penurunan. Pasalnya, pada 1991 AKB pernah mencapai angka 68.

Namun demikian, AKB di Indonesia masih termasuk tinggi dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang sudah di bawah 10 kematian per 1.000 kelahiran bayi. Kematian bayi merupakan salah satu indikator sensitif untuk mengetahui derajat kesehatan suatu negara dan bahkan untuk mengukur tingkat kemajuan suatu bangsa. Tingginya kematian bayi pada usia hingga satu tahun menunjukkan masih rendahnya kualitas sektor kesehatan di negara tersebut. Kualitas kesehatan yang rendah menjadi penunjuk bahwa pembangunan ekonomi di negara tersebut belum baik atau belum merata.

Sumber: Databoks

102486-meski-menurun-angka-kematian-bayi-di-indonesia-masih-tinggi

Advertisements